Bab 3 tugas akhir IAIN Pekalongan 2016

BAB III
METODE PENELITIAN

A. Pendekatan dan Jenis Penelitian
1. Pendekatan penelitian
Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Kualitatif karena data yang diperoleh berdasarkan hasil wawancara, buku-buku, jurnal dan penelitian terdahulu yang dikumpulkan penulis yang berhubungan dengan permasalahan dalam penelitian ini.
Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain, secara holistik dan dengan cara deskriptif dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah.
2. Jenis penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field reseach). Data-data yang digunakan diperoleh melalui studi lapangan dengan mencatat dan mengumpulkan berbagai informasi yang ditemukan di lapangan, yakni Pasar Wonopringgo dengan menggali informasi yang dibutuhkan.

B. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mendapat gambaran dan informasi yang lebih jelas, lengkap dan memungkinkan mudah bagi peneliti dalam melakukan penelitian. Oleh karena itu, penulis menetapkan lokasi penelitian yang menjadi tempat penelitian dilakukan. Dalam hal ini, lokasi penelitian terletak di Pasar Wonopringgo Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini dilakukan selama kurun waktu kurang lebih lima bulan,  yaitu dilaksanakan sejak bulan april 2016 hingga September 2016.
C. Subjek, Informan dan Objek Penelitian
1. Subjek penelitian
Subjek penelitian kualitatif adalah orang yang dapat dijadikan sumber data untuk memperoleh informasi. Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah pedagang sembako muslim.
2. Informan Penelitian
Informan adalah orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar penelitian.  Dalam penelitian ini yang menjadi informan adalah pedagang muslim, pembeli dan pihak-pihak yang terkait yaitu supplyer produk pasar Wonopringgo.
3. Objek penelitian
Objek adalah keseluruhan gejala yang ada di sekitar kehidupan manusia. Apabila dilihat dari sumbernya, objek dalam penelitian kualitatif terdiri dari situasi sosial yang terdiri dari tiga elemen yaitu tempat, pelaku dan aktivitas.  Tempat yang diteliti yaitu pasar tradisional Wonopringgo. Pelakunya yaitu pedagang muslim dan pembeli. Lalu aktivitasnya yaitu pemahaman etika pedagang muslim dan persaingan usaha yang terjadi dalam aktivitas jual beli.
D. Teknik Penentuan Subjek
Jumlah pedagang sembako yang melakukan aktivitas jual beli di Pasar Wonopringgo ada 68 orang, dimana 21 orang pedagang dari kios depan maupun dalam pasar, dan 47 orang dari loos dalam pasar. Namun dalam penelitian ini tidak diambil semua.
Penentuan subjek dalam penelitian ini adalah menggunakan metode purpossive sampling, yaitu pemilihan subjek riset yang didasarkan pada kriteria tertentu dan tujuan yang telah ditentukan sesuai dengan fokus permasalahan penelitian ini.
Adapun kriteria subyek dalam penelitian ini, yang pertama adalah pedagang yang sudah berdagang di pasar Wonopringgo minimal 3 tahun. Kedua, Pedagang tersebut tercatat di arsip kantor. Ketiga, Pedagang tersebut hanya berjualan sembako.
Berdasarkan kriteria tersebut, ditemukan 10 orang pedagang yang menjadi subjek penelitian.
Untuk menentukan informan, yakni pembeli dilakukan dengan pengambilan sampel dengan teknik aksidental.
Teknik aksidental adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui ini cocok sebagai sumber data.
Pengambilan sampel diperoleh dari pembeli yang membeli di toko sembako yang diteliti pada saat penelitian ini dilakukan.
E. Sumber Data
a) Data Primer
Sumber data primer dibutuhkan dalam penelitian ini diperoleh dengan wawancara maupun observasi langsung dengan pedagang sembako yang berada di pasar Wonopringgo, serta informan terkait yakni pembeli dan supplyer Pasar Wonopringgo.
b) Data Sekunder
Sumber data yang dimaksud adalah segala data yang secara tidak langsung berhubungan dengan persoalan fokus penelitian, misalnya berupa buku-buku yang dianggap relevan dengan fokus penelitian ini. Dalam penelitian ini, data yang diperoleh dengan teknik dokumentasi, website, buku, jurnal serta data yang diperoleh dari arsip kantor pasar Wonopringgo yang menunjang penelitian.
 
F. Teknik Pengumpulan Data
1) Observasi
Metode observasi adalah suatu teknik atau cara pengumpulan data primer dengan jalan mengadakan pengamatan terhadap kegiatan yang sedang berlangsung.  Metode  Observasi digunakan untuk mengetahui secara jelas keadaan dari perilaku pedagang sembako muslim di pasar Wonopringgo. Peneliti ikut berpartisipasi lama di lapangan, mencatat secara hati-hati apa yang terjadi, melakukan analisis reflektif terhadap berbagai dokumen yang ditemukan di lapangan, dan membuat laporan penelitian secara mendetail. Dan mengikuti aktivitas bisnis antara pembeli dan penjual yang terjadi di pasar.
2) Wawancara
Wawancara adalah dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi atau data dari orang yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi atau data dari orang yang diwawancarai.
Dalam metode wawancara ini peneliti mengajukan pertanyaan secara langsung kepada informan dan jawaban informan dicatat atau direkam dengan alat perekam (tape recorder). Metode ini digunakan untuk mendapatkan keterangan dan data secara lisan dari para pedagang sembako muslim yang berada di pasar wonopringgo maupun pihak lain yang berhubungan dengan persaingan usaha serta pemahaman etika pedagang sembako.
3) Dokumentasi
Dokumentasi merupakan penelaahan terhadap referensi-referensi yang berhubungan dengan fokus permasalahan penelitian. Dokumen-dokumen yang dimaksud yaitu buku-buku tentang etika, persaingan usaha, dokumen pasar, serta foto-foto penelitian di lapangan.
G. Kredibilitas Data
Untuk mendapatkan informasi data yang dapat dipertanggungjawabkan maka dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pengecekan keabsahan data dengan teknik triangulasi yaitu teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data tersebut. Triangulasi dengan sumber menurut Patton berarti membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam metode kualitatif.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan triangulasi dengan teknik dan sumber. Triangulasi teknik diperoleh dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Triangulasi sumber diperoleh dari pembeli, supplyer serta pelayan yang berada di toko.
Data yang diperoleh dengan wawancara, lalu di cek dengan observasi dan dokumentasi oleh peneliti dalam waktu yang berbeda. Bila dengan tiga teknik penguji kredibillitas data tersebut, menghasilkan data yang berbeda-beda, maka peneliti melakukan diskusi lebih lanjut kepada sumber data yang bersangkutan atau yang lain, untuk memastikan data mana yang dianggap benar.
H. Teknik analisis data
Analisis data adalah suatu usaha mengetahui tafsiran terhadap data yang terkumpul dari hasil penelitian, data yang terkumpul tersebut kemudian diklasifikasikan dan disusun, selanjutnya diolah dan dianalisis. Analisis data tersebut merupakan temuan-temuan di lapangan.
Penulis menganalisis data dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi tentang etika pedagang untuk menjawab pertanyaan penelitian.
Teknik analisis Interaktif Miles dan Huberman yaitu tahap ini pada dasarnya terdiri dari 3 komponen yaitu :
a. Reduksi data
Reduksi data diartikan sebagai proses merangkum, memilah hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya. Dengan kemungkinan data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, sehingga dapat memudahkan peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya dan dengan mudah diambil ketika diperlukan.
b. Penyajian data
Penyajian data adalah pendeskripsian sekumpulan informasi tersusun yang memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Penyajian data kualitatif disajikan dalam bentuk teks naratif, dengan tujuan dirancang guna menggabungkan informasi yang tersusun dalam bentuk yang padu dan mudah dipahami.
c. Penarikan kesimpulan
Penarikan kesimpulan adalah kegiatan akhir penelitian kualitatif. Peneliti harus sampai pada kesimpulan dan melakukan verifikasi, baik dari segi makna maupun kebenaran kesimpulan yang disepakati oleh tempat penelitian itu dilaksanakan. Makna yang dirumuskan peneliti dari data harus diuji data kebenaran, kecocokan dan kekokohannya. Peneliti harus menyadari bahwa dalam mencari makna, ia harus menggunakan pendekatan emik, yaitu dari kacamata key information, dan bukan penafsiran  maka menurut pandangan peneliti (pandangan etik).

I. Langkah-langkah Penelitian
1. Tahap pra-penelitian
Pada tahap pra-penelitian, penulis menyusun rancangan penelitian yang memuat latar belakang masalah, rumusan masalah, studi pustaka, penentuan lokasi penelitian, penentuan tektik pengumpulan data, jadwal penelitian, dan rancangan prosedur analisis data.
Pada tahap ini, analisis dilakukan dari hasil studi pendahuluan dan data sekunder. Kemudian dikembangkan lagi pada saat melakukan penelitian dengan cara melakukan wawancara secara mendalam.
2. Tahap penelitian
Dalam tahap penelitian, peneliti melaksanakan tahap pengumpulan data menggunakan teknik yang telah ditentukan. Penulis menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi.
3. Tahap analisis data
Analisis data adalah tahap yang dilakukan setelah tahap pengumpulan data selesai dilakukan.

Komentar